Nama : Santi Aprilia Wati
Nim : 11901271
Kelas :PAI 4E
Manajemen Kelas
Manajemen
kelas adalah ketentuan dan prosedur yang diperlukan guna menciptakan dan
memelihara lingkungan tempat terjadi kegiatan belajar dan mengajar. Manajemen
kelas juga dapat diartikan sebagai perangkat perilaku dan kegiatan guru yang
diarahkan untuk menarik perilaku siswa yang wajar, pantas, dan layak serta
usaha dalam meminimalkan gangguan (Hasri, 2009:41).
Manajemen kelas merupakan kegiatan-kegiatan yang diupayakan oleh
seorang guru untuk menciptakan situasi kelas yang kondusif dalam rangka
pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal. Kegiatan ini merupakan suatu
usaha yang sengaja dilakukan oleh guru supaya pembelajaran dapat berjalan
efektif sehingga memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal
mungkin dan membentuk perilaku berbudaya. Manajemen kelas
adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar
ang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan
baik sesuai dengan kemampuan. Dengan kata lain manjemen kelas merupakan usaha
secara sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis.
Berikut ini beberapa pengertian manajemen kelas dari beberapa
sumber referensi buku:
a.
Menurut
Nawawi (1982:115), manajemen kelas adalah kemampuan guru atau wali kelas dalam
mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya
pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan
terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara
efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum
dan perkembangan murid.
b.
Menurut
Arikunto (1992:67), manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh
penanggung-jawab kegiatan belajar-mengajar atau yang membantu dengan maksud
agar dicapainya kondisi yang optimal, sehingga dapat terlaksana kegiatan
belajar seperti yang diharapkan.
c.
Menurut
Djamarah (2000:173), manajemen kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan
potensi kelas yang ada se-optimal mungkin untuk mendukung proses interaksi
edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
- Menurut
Suhardan dkk (2009:106), manajemen kelas adalah segala usaha yang
diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan serta
dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan.
Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk
mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis.
- Menurut
Sulistiyirini (2006:66), manajemen kelas adalah proses atau upaya yang
dilakukan oleh seseorang guru secara sistematis untuk menciptakan dan
mewujudkan kondisi kelas yang dinamis dan kondusif dalam rangka
menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien
1.
Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya
telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pengelolaan kelas
adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam
lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang
disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana
sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual,
emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa (Djamarah dan Zain, 2010:178).
Tujuan manajemen kelas adalah sebagai
berikut (Wijaya dan Rusyan, 1994:114):
1.
Agar
pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat
dicapai secara efektif dan efisien.
2.
Untuk
memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan
Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/
perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
3.
Untuk
memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan
dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
2.
Prinsip-Prinsip Manajemen kelas
Dalam
manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai
prasyarat menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu
(Muhaimin,2002:137-144):
a. Prinsip
Kesiapan (Readiness)
Kesiapan belajar ialah kematangan
dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar belakang pengalaman, hasil
belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan
seseorang dapat belajar.
b. Prinsip
Motivasi (Motivation)
Motivasi adalah tenaga pendorong
atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan
tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik maka akan bersungguh-sungguh
menunjukkan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingin tahu yang kuat untuk
ikut serta dalam kegiatan belajar, berusaha keras dan memberikan waktu yang
cukup untuk melakukan kegiatan tersebut serta terus bekerja sampai tugas-tugas
tersebut terselesaikan.
c. Prinsip
Perhatian
Perhatian merupakan suatu strategi
kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu berorientasi pada suatu
masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri pada aspek-aspek yang
relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam proses pembelajaran
perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya.
d. Prinsip
Persepsi
Prinsip umum yang perlu
diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah (a) makin baik persepsi mengenai
sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu tersebut. (b) dalam
pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal ini akan memberikan
pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa yang dipelajari (c)
dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat
mendekati benda sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh persepsi yang
lebih akurat.
e. Prinsip
Retensi
Retensi adalah apa yang tertinggal
dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi
membuat apa yang dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam
struktur kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan. Karena itu,
retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh peserta didik dalam proses
pembelajaran.
f. Prinsip
Transfer
Transfer merupakan suatu proses
dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat memengaruhi proses dalam
mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti pengaitan
pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Pengetahuan
atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu diasumsikan atau diharapkan
dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan atau dalam
pekerjaan yang akan dihadapi kelak
Sumber:
Hasri,
Salfen. 2009. Sekolah Efektif
dan Guru Efektif. Yogyakarta: Aditya Media Printing and
Publising.
Nawawi,
Hadari. 1982. Organisasi
Sekolah dan Pengelolaan Kelas Sebagai Lembaga Pendidikan. Jakarta :
Gunung Agung.
http://repository.radenfatah.ac.id/5626/3/revisi%20bab%202.pdf
Komentar
Posting Komentar